Rancangan dari sebuah Greenhouse untuk daerah beriklim tropis perlu memperhatikan berbagai hal. Salah satunya adalah jenis Greenhouse yang sesuai untuk daerah tersebut. Modifikasi yang dilakukan Prof. Herry Suhardiyanto adalah modified standard peak yang dapat mengingkatkan laju pertukaran udara panas melalui efek cerobong asap. Tugas rancangan yang dikerjaan ini memperhitungkan dimensi optimal untuk budidaya tanaman tomat sejumlah 1000 tanaman dengan jarak 50×100 cm. Hasil dari perhitungan optimasi yang dilakukan dengan metode legrange dan persamaan linier bilangan bulat diperoleh dimensi yang paling optimal (luas greenhouse minimal dengan jumlah tanaman maksimal) adalah 21 m x 26.5 m dimana jumlah baris tanaman 50 dan jumlah bedengan 20.

GH Alvin 3 GH Alvin 2 comGambar Rancangan Optimal Greenhouse untuk Tanaman Tomat dengan dimensi 21×26.5 meter

Gambar detail dari rancangan dapat di unduh pada link berikut ini :

https://drive.google.com/folderview?id=0B24TwFvpML3cVU5HeDlBUnpDZ3M&usp=sharing

smart phone android telah beradar bebas di masyarakat. dari mulai anak alay, sampai pengusaha saling berebut mendapatkan smart phone yg paling moderen. Tp tetap saja kebiasaan buruk orang kita. “latah technologi” itu kata yang saya dapat ketika meliahat kebiasaan masyarakat ini. Dari mulai HP monocrome sampai BB dan skarang jg android / iOS / tablet PC. Padahal jika kita paham kegunaan masing2, akan lebih baik dan bermanfaat.

Android merupakan anak dari sang legenda LINUX Os. iya, android jg Open Source. Jadi wajib bagi kita untuk blajar dev android dan memanfaatkannya sebagai tools untuk kemudahan kita. Para engineer di seluruh negara mulai ikut dalam perjalanan android. Harusnya kita pun ikut berkontribuisi dalam bidang pertanian.

Tidak ada salahnya untuk memulai blajar dev android loh. Dengan adanya program penunjang pertanian yang bersifat mobile dan terjangkau, impian untuk menjadi swasembada pangan lebih jelas. ^_^

ayo kawan-kawan agriculture engineering, mari bangun pertanian kita dari hal yang kecil (Hp kan kecil gan)..

 

http://developer.android.com

by :tj.alvin

 

Di suatu desa kecil di pinggiran kota Jombang pemuda dari keluarga pedangan pasar tinggal bersama teman sebayanya. Pemuda itu baru duduk di kelas 1 SMAN favorit namun masih kalah jika dibandingkan dengan SMAN yang terdapat di kota Jombang. Tetapi dia tidak kecil hati dan terus bersemangat dalam belajar. Tahun pertama ia dapat membuktikan prestasinya. Bapak ibu pengajarnya pun banga akan kemampuanya.

Namun batu kehidupan memngangu langkah pemuda lugu tersebut. Awal tahun kedua di SMA, ia mulai memiliki permasalahan dengan teman sepergaualnya. Memang tidak semua temannya buruk. Tetapi akibat terlalu sering bermain dan pulang malam, prestasi dan minat belajarnya pun turun. Sebenarnya ia hanya ingin bermain musik dengan groupnya. Dari hari ke hari band nya mulai naik dan sering memperoleh penghargaan pada setiap kontes dan festival band yang diadakan kota jombang.

Tahun ketiga SMA pun tiba. Ini berarti UJIAN NASIONAL telah di depan mata. Try Out demi Try Out pun mulai mengisi jadwal mingguan setiap siswa/i SMA, tetapi pemuda tersebut masih enjoy dengan band dan teman-temannya. Bapak ibu guru pun mulai mempertanyakan mengapa bocah tersebut kian menurun. Salah seorang wakil kepala sekolah yang juga merupakan guru bidang studi UAN turun tangan. Setelah hasil try out diumumkan beliau menemui pemuda tersebut. Pak guru menyuruh si pemuda untuk menemuainya di ruang wakasek.

Seusai bel pertanda jam pelajaran berakhir berbunyi pemuda tersebut berjalan dengan santainya menuju kantor wakasek. Pak guru menguruhnya duduk dan menutup pintu serta korden. Selama kurang lebih 20 menit pak guru memberikan peringatan, pemuda tersebut diam tanpa kata. Ia terus merenung. 5 menit setelah bel berakhirnya istirahat berbunyi pemuda itu di suruh meningalkan kantor dan kembali ke kelasnya. Ia hanya diam dan merenung.

Keesokan harinya si pemuda mulai aktip dalam kelas. Nilai dalam setiap ulangan harian pun kembali baik. Setiap hari prestasinya meningkat, hingga akhirnya iya lulus UAS dengan hasil yang sempurna. Dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

Beberapa tahun hubungan antara pemuda dan pak guru terpisah. 5 tahun berlalu dan pemuda itu mengirimkan email kepada pak guru. Ia memberitahukan bahwa sekarang dia telah menjadi orang kepercayaan presiden Pukyong National University dan menangani seleksi beasiswa S1 untuk siswa SMA di Indonesia. Pemuda itu juga akan membantu mengurus semuanya. Sekarang pemuda itu telah menjadi Dosen salah satu University ternama di Korea. Semuanya ia peroleh dari beasiswa dan tanpa membebani Orang tuanya yang hanya sebagai pedangan di pasar tradisional.

Ini ceritaku ketika masih di bangku SMA, tepatnya kelas I SMA. Aku seorang pelajar yang sedikit berbeda dengan kebanyakan pelajar SMA. Sejak kecil aku hidup di lingkungan pekerja dan pedangang. Ini semua karena kebutuhan rumah yang banyak sehingga membuat ibu dan bapakku bekerja keras. Aku tinggal bersama paman yang seorang pedangan komputer. Setiap hari sepulang sekolah aku selalu menyempatkan untuk membantu beliau.

Pagi hari belajar di sekolah, sorenya main-main di toko. Malamnya pun tetap di toko. Tetapi itu semua ku lakukan dengan baik walau sering kali aku drop dan tidak dapat sekolah. Sebagai pelajar yang bertanggung jawab, nilai-nilai yang aku peroleh tidaklah buruk. Walau tidak mendapat juara kelas, tetapi masih menduduki peringkat 3 hingga 5 di kelas yang hanya berisi 21 siswa pilihan.

Semakin hari kemampuan ku di komputer semakin meningkat, aku memcoba membuat bebepara project. Sebenarnya hanya iseng-iseng, tetapi pengeluaran, hasil, dan tujuan project ku sangatlah jelas menguntungkan. Aku membuat mengembangkan Linux agar dapat dimanfaatkan dengan baik. System tersebut dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan penggunaan komputer dalam lab dengan perlengkapan yang minim. Yaitu dengan memanfaatkan CPU bekas (lama) tanpa harddisk yang akan di gunakan sebagai Client, namun dapat dioperasikan seperti layaknya komputer normal. Dan terus aku kembangkan hingga client tersebut dapat digunakan untuk warnet dan lab sekolah.

Setelah project tersebut berhasil aku demonstrasikan, ada seorang teman yang berminat untuk mengunakannya. Dengan senang hati aku menerima tawarannya. Selama 5 hari aku menerjakan pembuatan warnet itu sendiri. Hasilnya pun memuaskan. Dengan dana 12 juta, dapat membuat warnet dengan 10 client dan 1 server. Dengan rincian 700rb rupian danan pembuatan 1 client, 5 jt untuk server. Pemasukan dari warnet tersebut cukup memuaskan. Sehingga cukup untuk membayar ku seharga 1,2 jt rupiah.

Sebenarnya semua yang ku lakukan hanya memenuhi keinginan ku untuk terus berlajar komputer. Namun tanpa di sangka, ternyata aku dapat membatu orang tua ku. Prinsip ku adalah “lakukan kegiatan yang bermanfaat, jangan pernah ragu untuk berkembang dan teruslah belajar.”

kawan…
udah coba Mint blm??bagi pnguna awam linux ini mint lebih pas deh..soal na, codec ama perlengkapan multimedia na dah cumplit..special deh ” pakek telor “…
klo kalian blm bisa tinggalin Win***s *P atu 7 sins, coba deh distro ini…
untuk anak ipb bisa dowload di pandawa.ipb.ac.id
mantep dah…

Go Linux Go Linux Go…

Teman-teman, ternyata IPB memiliki pinguin jg lu…gk mau kalah donk ma UI, ITS, UNEJ and Universitas laen yang Go OPEN SOURCE…Reposit x buwanyak…Speed repo klo pakek wifi bisa 3Mb lo….Muwantep PAke De…